Ngokop Kabinet

oleh -26 Dilihat

Tradisi memperoleh nilai pendidikan ketika para pelakunya memahami etika berbagi, menjaga kebersihan, menghormati orang lain, dan tidak memanfaatkan kebersamaan untuk menekan mereka yang berbeda. Tanpa nilai-nilai itu, sebuah ritual mudah berubah menjadi tontonan eksotis bagi pengunjung.

Justru karena itu, pengalaman Agus layak kita tempatkan secara proporsional. Ia menyampaikan kenangan pribadi tentang Prabowo dalam pergaulan di pesantren. Kita dapat menghargai kesaksian tersebut tanpa harus mengubahnya menjadi sertifikat yang menjamin seluruh perilaku politik seseorang selalu baik.

Watak manusia memiliki banyak sisi. Sikap dalam sebuah kunjungan memberi informasi tentang pengalaman itu, sedangkan penilaian terhadap kepemimpinan memerlukan bukti yang lebih luas, termasuk kebijakan, keputusan, dan dampaknya bagi masyarakat.

Baca Juga  Izin Pembangunan di Sungai Waitomu Ditolak, GSM Minta Pangdam Pattimura Hormati Kewenangan BWS

Agus sendiri menyampaikan ceritanya dengan sikap agak sungkan. Ia merasa kurang elok jika menulis hal semacam itu, tetapi kemudian menjelaskan bahwa ia ingin menunjukkan sisi baik dari kebiasaan tersebut.

Sikap ini menarik. Ia tampaknya ingin berbagi pengalaman tanpa menjadikan kenangan pribadi sebagai alat promosi berlebihan. Kita boleh menerima cerita itu sebagai kesaksian seorang wartawan, sambil tetap menjaga jarak yang sehat antara pengalaman pribadi dan penilaian politik.

No More Posts Available.

No more pages to load.