Film Disebut Setara Disertasi Ilmiah
Praktisi hukum, Suarez Yanto Yunus, menilai film Pesta Babi bukan sekadar tontonan, melainkan hasil riset mendalam yang layak disejajarkan dengan karya ilmiah.
Menurutnya, film tersebut mengurai secara komprehensif hubungan antara kebijakan energi seperti biodiesel dan bioetanol dengan alih fungsi lahan besar-besaran yang berdampak pada aspek sosial dan ekologi.
“Negara ingin maju dan makmur, tetapi pertanyaannya siapa yang harus berkorban? Dan melalui film ini kita melihat bahwa yang menjadi korban adalah masyarakat sipil, termasuk masyarakat adat,” tegas Suarez.
Konflik Lahan dan Hak Masyarakat Adat
Dalam pemaparannya, Suarez menyoroti persoalan klasik di Indonesia, yakni masyarakat adat yang mengelola wilayah secara turun-temurun tetapi tidak memiliki sertifikat resmi.
Kondisi ini kerap memicu konflik saat investasi masuk dengan dukungan izin negara, sementara hak-hak masyarakat adat belum diselesaikan.
Ia juga menyinggung pemikiran Ian Seddman terkait pentingnya hukum sebagai instrumen demokrasi dan perubahan sosial, termasuk perlunya integritas negara dan partisipasi publik dalam kebijakan pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan aparat keamanan dalam proyek strategis nasional juga menjadi pertanyaan serius ketika berhadapan dengan kepentingan masyarakat sipil.









