Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura
Berita besar hari ini adalah KPK menangkap wakil menteri tenaga kerja, Emmanuel Ebenezer alias Noel. Kepada pers, KPK memamerkan 15 mobil dan 7 sepeda motor milik yang bersangkutan. Sebagian dari mobil dan motor itu adalah mobil yang tergolong mewah.
Bombastis. Dan, seperti banyak hal di negeri ini, efek bombastis itulah yang diinginkan. Tentu saja, di tengah-tengah situasi pesimis di kalangan rakyat kebanyakan, pameran kekayaan — yang entah didapat secara legal atau illegal — memicu kemarahan publik. Berbagai komentar sinis, makian, marah, hingga umpatan kasar berhamburan.
Namun bukan hal-hal bombastis seperti itu yang menjadi perhatian saya. Persoalan yang lebih substansial adalah mengapa orang-orang seperti ini bisa berkuasa? Apa yang salah dengan sistem politik kita? Mengapa kita memilih dan menggaji ratusan juta per bulan orang-orang yang bisanya cuma berjoget dan menghibur diri sendiri, bergembira tanpa perhatian sedikitpun kepada yang mereka wakili?
Apa yang hilang? Presiden kita hampir setiap hari berpidato tentang kecintaan pada negeri ini. Ia berbusa-bisa mengancam para koruptor, para pencoleng, maling, dan yang merugikan negara yang ia cintai ini. Nasionalismenya muncrat hingga ke bulan.









