Nostalgia Yongki Kastanya, Jong Ambon Andalan Persebaya Era 1980-an

oleh -394 views

Adaptasi Budaya

Bakatnya mulai terasah ketika bermain di klub PSA Ambon. Klub internal Persebaya Surabaya, Assyabaab yang menemukan potensi besarnya. Assyabaab berkunjung ke Ambon dan Yongki masuk dalam seleksi saat itu.

“Awal latihan hanya lari-lari, tendang-tendang bola, belum dilatih seperti posisi pemain, tidak seperti sekarang. Lalu masuk PSA Ambon kelas 3 SMP, lawan Assyabaab yang lagi tur ke Ambon. Sekaligus pintu masuk saya ke Surabaya. Mungkin melihat saya potensial, untuk itu harus ke Jawa (Surabaya),” ujarnya.

Yongki dengan latar belakang berasal dari Maluku dan keluarga nasrani, harus beradaptasi dengan lingkungan barunya di Assyabaab. Sebuah tim yang bentukan orang-orang Arab di Surabaya dan mayoritas muslim. Meski tak mudah, ia menjalani penyesuaian dengan baik hingga berhasil menjadi pemain penting sebelum akhirnya ‘naik kelas’ ke Persebaya.

Baca Juga  Lazismu Maluku Salurkan 7.040 Buku Iqra ke Negeri Tahalupu, Pulau Kelang

“Saya sempat bertanya dalam hati apakah pas ada di tim ini? Ternyata banyak orang arab-arab dari Ambon yang secara dialek sama dengan tempat tinggal saya. Jadi tidak merasa jauh atau asing, meski secara iman kita berbeda. Saya harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri sebagai pendatang,” ungkapnya.

“Pernah ditunjuk sebagai kapten Assyabab saat kompetisi internal Surabaya. Setiap bulan Ramadan saya juga harus menyesuaikan, dan ikut puasa,” beber Yongki. 

No More Posts Available.

No more pages to load.