Porostimur.com – Ambon: Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP), Febry Calvin Tetelepta menegaskan, pemerintah tidak main-main dalam mensukseskan mega proyek Lumbung Ikan Nasional di Maluku, dan pembangunan Ambon New Port di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Dijelaskan Febry, proyek LIN awalnya murni dari Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN), namun saat ini sudah beralih ke ke KPBU (kerjasama pemerintah dengan badan usaha).
Oleh sebab itu, pemerintah sudah pastikan terkait pembebasan lahan untuk Ambon New Port, murni dari APBN. Sementara proses kontruksi dan pengembangan industri adalah bersumber dari PKBU.
“Ini merupakan investasi dan pemerintah harus melibatkan swasta untuk terlibat dalam proses pembangunan infrastruktur pembangunan LIN itu sendiri. Secara umum kita tau persis bahwa Maluku memberikan subangsih hampir sekitar 4,3 juta ikan per Ton atau 37 persen produksi ikan nasional, ini merupakan suatu wujud yang luar biasa,” ungkap Febry kepada Porostimur.com, Ahad (17/10/2021).
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah juga harus bisa pastikan Industri yang ada di Desa Waai harus menampung produksi, baik diluar ataupun regional. Dimana posisi nelayan kecil juga harus diperhatikan. Jangan sampai, industri ini hanya untuk nelayan yang besar atau produksi yang besar.









