Omong Kosong Soal Tarif

oleh -842 views

Kita terlihat sebagai pihak yang antusias sekali mendukung Trump. Sementara, Presiden kita kemarin-kemarin juga ikut China yang sekarang menjadi lawan Trump. Apakah ini politik ‘bebas dan aktif’? Tapi bukankah bebas aktif itu berarti mandiri dan menjadi pemimpin dari negara-negara bekas jajahan yang ingin memperoleh kekuatan internasional tanpa harus memihak yang adidaya (the great powers)?

Argumen yang selalu kita dengar dari Presiden dan orang-orangnya adalah kita melakukannya demi tarif! Trump mengenakan tarif 19% untuk barang-barang Indonesia yang masuk ke AS. Sementara Indonesia harus mengenakan tarif 0% untuk barang-barang AS ke Indonesia.

Indonesia juga dipaksa mengimpor banyak komoditi dari AS seperti jagung, kedele, kapas, mesin-mesin, dan lain sebagainya. Sebagian dari komoditi itu dulunya diserap China. Namun kini karena ada perang dagang, China berhenti membeli dari AS. Indonesialah yang kemudian menjadi pasar AS. Dan, masuk tanpa tarif alias tanpa bea masuk!

Baca Juga  Wabup Helmi Umar Muchsin Ditunjuk Jadi Plh Bupati Halsel Saat Bassam Kasuba Naik Haji

Nah. Presiden kita ke Washington D.C. untuk ikut KTT BoP yang dihadiri oleh negara-negara kecil dan sebagian besar non-demokratik. Harian Financial Times menyebutnya, “a fledging club of autocrats.” (sebuah klub otokrat yang baru terbentuk).

No More Posts Available.

No more pages to load.