Karena itu, tugas pemerintah, TNI, keluarga dan masyarakat adalah memastikan anak-anak muda mendapatkan informasi yang benar, pembinaan yang memadai serta kesempatan mengikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur dan sesuai ketentuan.
Anak Pulau Juga Harus Punya Kesempatan yang Sama
Anos mengatakan kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak muda yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan maupun fasilitas pembinaan.
Tidak semua anak Maluku memiliki akses yang sama terhadap informasi, fasilitas latihan maupun pendampingan dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi.
Anak-anak dari pulau terluar dan keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, kata dia, sering kali harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan kesempatan yang sama.
Karena itu, komitmen Pangdam XV/Pattimura untuk membuka ruang komunikasi dan pembinaan bagi putra-putri daerah dinilai memiliki arti penting.
“Saya sangat tersentuh dengan semangat Bapak Pangdam yang ingin keberadaannya di Maluku benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk membantu putra-putri daerah memperoleh kesempatan menjadi prajurit TNI dan kelak dapat mengangkat kehidupan keluarganya,” ungkap Anos.
Ia berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui program pembinaan yang terencana dan menjangkau anak-anak muda Maluku, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau terluar.









