Perempuan asal Kecamatan Sahu ini menambahkan, ada beberapa pegawai yang notabenenya guru terpaksa ditarik ke beberapa instansi di kantor bupati. Padahal masih banyak sekolah yang kekurangan guru.
“Dia pe guru dong (mereka) bawa di kantor bupati. Padahal disiplin ilmunya adalah guru yang harus mengajar kepada anak-anak kita, supaya ke depan bisa jadi anak-anak hebat. Saya tidak bisa melihat anak-anak pergi ke sekolah cuma sekadar main-main karena tidak ada guru. Jika paslon IKLAS diberikan amanah menjadi bupati dan wakil bupati, maka kualitas pendidikan di Halmahera Barat lebih baik lagi. Kedepan anak-anak kita juga bisa bersaing di luar sana,” jelasnya.
Selain pendidikan, program Ikhlas juga memperbaiki pelayanan kesehatan. Mantan Anggota DPRD Provinsi Malut ini menyebut, baru-baru ini ada peristiwa ibu hamil yang dirawat di RSUD Jailolo.
“Kalau kemarin saya sering liat dan mendengar kalau di RSUD Jailolo kekurangan dokter kandungan. hanya 1 dokter kandungan. Ini tidak cukup sebenarnya,” imbuhnya.
“Oleh sebab itu Ikhlas akan perjuangkan hak-hak bapak ibu agar pelayanan kesehatan di Halmahera Barat lebih baik lagi,” katanya lagi. (Asirun Salim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









