Keterbatasan itu, ditambah kondisi Provinsi Malut yang tak begitu banyak perubahan selama 25 tahun mekar, membuat Sultan Husain terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Malut.
“Ada kemirisan dan kepedihan karena provinsi kita hanya diam di tempat, bahkan kemungkinan mengalami kemunduran,” tuturnya.
Kepedihan itu, sambung Husain, menggugah dan menggerakkan hatinya untuk menyelamatkan Malut yang dicintai bersama.
“Tapi untuk menyelamatkan Malut, tidak bisa hanya seorang Husain Alting Sjah sendiri, tidak boleh hanya seorang Asrul Rasyid Ichsan sendiri. Untuk selamatkan Malut harus torang semua bergandengan tangan bahu membahu, marimoi ngoni futuru. Mari kita bersatu padu bangkit dan berusaha selamatkan Malut seperti tagline ‘Turun Tangan Selamatkan Malut’,” tegasnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









