“Mereka datang jauh-jauh dari Sorong karena melihat event Meti Kei yang rutin menggelar lomba dayung. Tapi mereka merasa tidak maksimal karena peralatannya belum standar nasional, padahal tim mereka sering ikut turnamen tingkat nasional,” ungkapnya.
Hal itu, menurutnya, menjadi sinyal penting agar Pemerintah Kabupaten, DPRD, serta pihak Kementerian dapat melihat potensi olahraga dayung di Maluku Tenggara secara lebih serius.
Ajakan Kolaborasi untuk Majukan Olahraga Dayung
Ngamelubun berharap adanya dukungan lintas pihak untuk mendorong kemajuan cabang olahraga dayung di daerah.
“Kami punya potensi besar untuk olahraga dayung, karena itu kami minta dukungan semua pihak — mulai dari Pemerintah Pusat, Pemkab, DPRD, hingga kecamatan — agar olahraga ini bisa berkembang dan mendapat perhatian yang layak,” pungkasnya. (Vera Renyaan)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com




