Pdt. Margaretha Apituley: Kembalikan Laut Sebagai Mitra Kehidupan yang Berkelanjutan

oleh -357 views

Porostimur.com, Ambon – Dosen Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Pdt. Dr. Margaretha A. Apituley, menegaskan bahwa Teologi Laut sebagai suara kenabian untuk menolak eksploitasi, menyerukan keadilan ekologis, membela komunitas terdampak dan relasi manusia-ciptaan, serta mendorong pembangunan berkelanjutan dan partisipatif.

Pdt. Dr. Margaretha A. Apituley, menegaskan, Teologi Laut memulihkan alam sebagai sumber kehidupan. Laut sebagai “ibu” yang adalah simbol kasih, perlindungan, dan kelimpahan. Maka, merusak laut berarti melukai ibu sendiri.

Teologi Laut menurut dia, juga kritik terhadap pandangan modern yang mengatakan laut dilihat sebagai ruang kosong, netral, dan bebas dieksploitasi. Sama halnya dengan perspektif kolonial dan industrial yang mengabaikan hak dan nilai intrinsik laut.

Baca Juga  KPK Usulkan Masa Jabatan Ketum Parpol Dibatasi Dua Periode

Selain itu, Teologi Laut sesuai dengan kearifan lokal yang memandang Laut sebagai makhluk hidup, bagian dari komunitas spiritual, dan sejarah leluhur. Sehingga relasi dengan laut bersifat relasional, bukan dominatif.

“Panggilan etis kita yaitu menghormati hak-hak laut, merawatnya dengan tanggung jawab. Bukan eksploitasi, tetapi mengembalikan laut sebagai mitra dalam kehidupan yang berkelanjutan,” ujar Pdt. Margaretha, dalam Semiloka Teologi dan Penjemaatan Dokomen Keesaan Gereja (DKG), di GPM Hok Im Tong, Ambon, Jumat (2/5/2025).

No More Posts Available.

No more pages to load.