Pelajaran Besar dari Pemutarbalikan Isi Ceramah Jusuf Kalla

oleh -64 views

Oleh: Selwa Kumar, budayawan

Kontroversi ceramah Subuh Ramadhan yang disampaikan oleh Jusuf Kalla di Masjid UGM tidak dapat dipahami secara dangkal sebagai sekadar polemik ucapan. Ia harus dibaca dalam kerangka yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari pertarungan narasi, perebutan makna, dan relasi kuasa global yang masih kuat dipengaruhi oleh warisan kolonialisme.

Dalam ruang publik yang semakin terdigitalisasi, pernyataan tidak lagi berdiri dalam konteks utuhnya, melainkan mudah dipotong, disebarluaskan, dan ditafsirkan ulang sesuai kepentingan tertentu.

Pengalaman Konflik Poso memberikan pijakan penting untuk memahami bagaimana istilah keagamaan seperti “mati syahid” beroperasi dalam situasi konkret. Konflik tersebut kerap direduksi sebagai benturan teologis antara Muslim dan Kristen, padahal realitasnya jauh lebih kompleks dan berlapis.

Ia melibatkan kegagalan negara pascakolonial dalam mengelola distribusi kekuasaan dan sumber daya, penetrasi jaringan global, serta mobilisasi identitas yang dipicu oleh kondisi sosial-ekonomi yang timpang. Dalam situasi seperti itu, bahasa agama tidak sekadar doktrin, tetapi menjadi alat mobilisasi, legitimasi, sekaligus ekspresi pengalaman kekerasan yang dialami kelompok tertentu.

No More Posts Available.

No more pages to load.