Pem-bungkam-an

oleh -76 views

Oleh: Asghar Saleh, Politisi dan Pegiat Sosial

Sebuah serangan dari luar angkasa. Langit bergemuruh. Belum usai sirene tanda bahaya mengaum, berkelebat cepat beberapa sosok aneh yang menyerang. Orang ramai berkelojotan dan sekarat. Kematian merengut dengan cepat tanpa memberi kesempatan mereka yang terengut itu untuk berpikir. Mereka yang selamat cepat beradaptasi. Makhluk luar angkasa itu tak punya mata. Hanya mengandalkan telinga. Jika ada suara, ke sanalah mereka akan memburu dan membunuh. Yang selamat itu termasuk sebuah keluarga.

Begitu plot pembuka sequel film A Quiet Place. Memori saya langsung terkoneksi dengan film pertama berjudul sama. Ada enigma yang belum terjawab di sana. Mengapa sebuah keluarga selalu hidup dalam ketakutan dan tak pernah bersuara?. Dari mana asal mahkluk asing yang memburu mereka?. Hingga ending film pertama, sutradara sekaligus aktor utama, Jhon Krasinski tak memberi petunjuk apapun. Yang kita tahu, keluarga itu dipaksa “bungkam” agar selamat. Makhluk asing itu bisa muncul dimana saja jika ada suara. Karena itu tak ada percakapan. Hidup bergelut dalam sunyi.

Baca Juga  Sengit! Tiga Nama Berebut Kursi Sekretaris Kota Ambon

Di film kedua, kita jadi tahu asal muasal makhluk asing itu dan mengapa hidup harus dijalani tanpa suara. Hidup juga harus berlanjut. Ada perlawanan. Bintang film kedua A Quiet Place adalah Regan, anak perempuan satu-satunya dari keluarga itu yang tuli. Keterbatasan tak membuatnya menyerah. Kehilangan ayah dan adiknya membuat Regan yang cerdas harus berani mengambil resiko. Ia “melawan” karena tak mau kehilangan Ibu dan dua saudaranya yang tersisa. Regan diperankan dengan memukau oleh Millecent Simmonds, artis kelahiran Utah, 1 Maret 2003 yang sejak berusia 12 bulan ternyata sudah tidak bisa mendengar.