Pem-bungkam-an

oleh -79 views

Enambelas tahun setelah “pembungkaman” oleh Soeharto, kedua Jenderal yang sepuh itu bertemu dalam sebuah ruang sunyi di RSPAD Gatot Soebroto. Benny yang terbaring lemah hanya tersenyum saat bekas penguasa Orde Baru itu berkata lirih, “Kamu memang yang benar Ben, Seandainya aku menuruti nasehatmu, tak akan seperti ini”. Mata keduanya berkaca-kaca. Dua hari setelah pertemuan itu, Benny berpulang menghadap yang Menciptakan di akhir Agustus 2004 yang basah.

“Kesetiaan bukan berarti menjilat, melainkan mencegah (Soeharto) dari kesesatan yang justru dilakukan kaum penjilat itu”, begitu kata Benny saat dirinya disingkirkan dari lingkar terdalam kekuasaan. Dengan itu, kita akan selalu merindukan sosok Benny dan mereka yang selalu menolak untuk “dibungkam”. Karena penolakan mereka adalah kumpulan oase untuk perbaikan. Sebuah jeda untuk merenung. (*)