Tapi pada Jumat (16/8), usai Salat Jumat, mantan Caleg Partai Gerindra itu mendapat informasi tiang bendera telah rusak dan roboh.
“Ternyata dateng lagi, minta dipasang, tapi setelah jumatan jadi bengkok jadi tiga, terus masuk ke selokan. Jumat malem Mbak Susi ngecek di sana, ya selesai. Tidak ada undangan (massa) mereka datang sendiri,” ungkap Sahid.

“Yang undang itu tanggal 14, ngajak melalui WhatsApp untuk audiensi ke kecamatan,” tambah Sahid.
Terkait ujaran kebencian, Sahid menegaskan tidak ada.
“Gak ada (ujaran kebencian) kita yakin gak ada, bahasannya juga standar aja, ayo rekan-rekan audiensi untuk diminta pasangkan bendera di asrama, gak ada yang provokatif,” bebernya.
Sahid tidak merinci lagi apa saja pertanyaan yang dicecarkan ke kliennya. Dia hanya menyebut ada 28 pertanyaan dan diperiksa hingga Selasa (27/8) dini hari.
“Sampai jam 01.00 WIB, Selasa (27/8). Pertanyaannya cuma 28 sedikit aja. Nggak tau ya, muter-muter,” pungkasnya. (RTL/red/iDNTimes).




