Sesampainya di kelas, proses pembelajaran sudah dimulai. Hari itu bu devi yang masuk, dia adalah guru matematika. Seluruh murid serius mengikuti pelajaran bu devi. aku takut tapi aku berusaha memberanikan diri. tok,.. tok… tok. kintan mengetok pintu “assalamualaikum permisi ibu!”. Semua orang menatap kintan dengan penuh keseriusan apalagi bu devi. “waalaikumsallam, kenapa kamu telat?” bu devi bertanya dengan cetus, “mm, aaf bu saya telat, saya telat bangun bu” kintan menjawab pertanyaan bu devi. “itu bukan alasan yang tepat untuk saya, saya juga sudah memberitahu kepada kalian semua, jangan pernah telat di pelajaran saya jika ada yang telat kalian bakal dapat hukuman dari saya” air matanya mulai berkaca kaca, kintan pasrah menerima hukuman yang diberikan bu devi. Biar bagaimanapun kintan telah melanggar peraturan bu devi selaku guru bidang studinya. “sekarang kamu berdiri di tengah lapangan dan angkat kakimu satu”. dengan langkah pelan pelan kintan melangkahkan kakinya kearah lapangan. “ayo cepat!” bu devi guru yang kejam, namun dia ingin semua muridnya disiplin dan selalu menaati peraturan sekolah.
Kintan berdiri di tengah lapangan sudah 20 menit, dia mulai kelelahan ditambah dia belum sarapan. Tetapi kintan masih terus berdiri tegak, teman temannya yang melewati lapangan selalu menunjuk nunjuk dirinya dan menertawakan dirinya. “kasian banget kintan, dihukum sama bu devi” kata riska, dia ingin menolongnya tapi karena tahu guru yang menghukunya adalah bu devi, riska mengurungkan niatnya untuk tidak menolong kintan dan kemudian memilih pergi.




