Penghargaan Yang Terlambat

oleh -103 views

Dan akhirnya usaha riska berhasil untuk meyakinkan kinta, tiba tiba saja dia mengaungkan tangannya “saya bu, saya ikut“. Semua orang terkejut dengan keberaniannya itu jangankan teman temannya bu devi saja hampir tidak percaya dengan keberanian kintan, kintan adalah anak yang paling diam dan paling malu di kelasnya jadi wajar saja jika semua orang terkejut dia juga sering salah jika mengerjakan tugas dari bu devi, bu devi juga sering memarahi kintan. “kamu yakin kintan? kamu bisa?” bu devi seperti orang yang tidak percaya bahwa kintan mampu mengikuti olimpiade tersebut, karena di pelajaran matematika ini dia adalah siswa paling lemah untuk menerima pelajaran ini, bahkan kintan selalu salah di pelajaran matematika ini. Kintan hanya terdiam tak menjawab satu kata pun. “oke ya sudah, kamu ikut kintan”. Akhirnya bu devi membolehkan kintan mengikuti olimpiade itu walaupun banyak keraguan yang masih terbesit di hati bu devi.

Baca Juga  41 Nama Muncul di Kasus MBG, Eks Petinggi BGN Sebut Banyak Pengaju dari Kalangan Politik

Hari ini adalah hari minggu, dimana olimpiade matematika dilaksanakan. Pagi itu kintan sangat ceria dan semangat, dia didampingi ayah, ibu dan riska sahabatnya. “ayo semangat kintan, kamu pasti bisa” kata sahabtnya yang selalu mendukung dan yang menemani saat dia mempersiapkan olimpiade ini jauh jauh hari. “iya nak, kamu pasti bisa” kata ayah kepada kintan dan ibunya memeluk kintan. Setelah beberapa jam kemudian kintan keluar dari aula olimpiade. Esok hari baru diumumkan hasil olimpiadenya.