Penghargaan Yang Terlambat

oleh -100 views

Setelah tiba di rumah kintan meletakan sepedanya di halaman rumah, “assalamualikum bu kintan pulang”. “waalaikumsallam anakku, ayo ganti bajumu setelah itu sholat dan makan ya nak” itu yang setiap hari ibunya lakukan terhadap kintan mengatur kegiatan kintan di rumah karena ibumya saangat menyayangi dirinya daripada ayahnya.

Keesokan harinya. Pagi sekali kintan sudah sampai di sekolah karena takut dengan kejadian yang kemarin, pagi ini juga bu devi masuk kekelasnya. Bel belum bel namun tiba tiba saja bu devi masuk ke kelas dan memberitahukan tentang pengumuman ajang lomba olimpiade matematika yang diselenggarakan oleh pemerintah. “oke semua ibu akan memberitahu tentang olimpiade matematika, untuk kalian yang ingin mengikuti olimpiadenya tolong melapor ke ibu sekarang juga”. “hey kintan, kok melamun sih, kenapa? kamu ingin ikut ya?” riska melihat kintan yang melamun. sesungguhnya riska mengetahui isi hati sahabanya itu. “emm, gimana ya? Aku takut ka, nanti aku tidak dihargai lagi, pasti mereka menertawakanku”. “sudahlah kenapa mesti takut, ayo ini saatnya kamu menunjukan ke mereka kalau kamu bisa melebihi mereka. Jangan takut disini ada aku kok yang selalu support kamu kintan” riska berusaha menyemangati kintan, dan semoga kintan mau ikut dan berani.