Penghargaan Yang Terlambat

oleh -99 views

Cerpen Karya: Halimah Tusa’diah

Namanya kintan berlian. Dia anak semata wayang dari ayah dan ibunya. Pagi itu ibu membangunkan kintan untuk sholat kemudian beranjak ke sekolah, setelah selesai berpakaian rapi, bersandang tas dan terakhir memakai sepatu. “kintan.. ayo nak sarapan dulu” ibu menyuruhnya untuk segera bersarapan. “udah telat bu, minta bekalnya aja” kintan menjawab dengan terburu buru. Setelah mengambil bekal dan berpamitan dengan ibu kintan mengambil sepeda yang terparkir di depan halaman rumah. “bu… kintan pergi sekolah dulu ya bu.. assalamualaikum bu” kintan berpamitan sambil bersalaman dan mencium ibunya. “iya nak waalaikumsalam. Hati hati ya kintan, belajar yang rajin atuh anak ibu”. Kintan tersenyum manis kepada ibunya dan mulai mengayuh sepedanya dengan sangat cepat.

Baca Juga  Dorong Inklusi Keuangan di Wilayah Kepulauan, Pemkab Kepulauan Aru Gandeng OJK

Pagi ini kintan terlambat bangun. biasanya ayahnya yang mengantar ia ke sekolah, tetapi ayahnya sedang tugas di luar kota jadi mau gak mau ya harus naik transportasi yang menguras tenaga. setelah sampai sekolah ia diantar ternyata gerbang sekolah sudah ditutup “aduh, kok udah ditutup sih,” sedih dan lelah yang kintan rasa saat itu, kintan terlambat pagi itu. “pak satpam! Bukain dong, kintan mau masuk” kintan memohon untuk bisa masuk. “ayo masuk kintan”. pak satpam membuka gerbang sekolah. “iya pak, makasih banyak pak”.