Penghargaan Yang Terlambat

oleh -101 views

Tiba tiba bu devi menghampirinya “sudah, hukuman kamu sudah selesai sekarang kamu boleh istirahat, kamu jangan terlambat lagi kintan jika kamu terlambat ibu akan hukum kamu lebih berat” tegas bu devi. “iya bu saya janji tidak akan terlambat lagi”.

Setelah selesai hukumannya dia masuk ke kelas. Dan sampai di kelas teman temannya menertawakan dirinya. Kintan heran dengan kelakuan temannya yang tiba tiba menertawakannya. “kenapa mereka? apa ada yang salah yah sama diriku ini” kata kintan dalam hati, namun lagi lagi kintan hanya mengabaikannya saja. “hey! Kamu kok gak marah sih sama mereka? mereka itu jahat loh, selalu saja kamu diam jika diperlakukan seperti itu” riska yang tiba tiba datang mendekati kintan. Kintan kaget karena gak biasanya ada teman yang mau mendekatinya apalagi mengajak dia mengobrol gitu, “eh kamu, kok tiba tiba ngomong gitu?” jawab kintan yang masih kaget mellihat riska yang tiba tiba baik dengan dirinya, kintan tidak mempunyai teman di sekolahnya. Kintan adalah anak yang paling pendiam dan kurang dengan pergaulan, namun dirinya adalah anak yang rajin. “sudahlah aku tidak apa apa, aku kan selalu seperti ini, selalu diejek dan dihina tak pernah benar dalam semua hal, tapi aku yakin kok kalian semua adalah orang yang baik” kintan menjawab kemudian ia tersenyum kepada riska. “kamu orang yang baik ya kin, semua orang salah menilaimu. Sudah sejak lama aku mengingikan seorang teman sepertimu namun aku takut untuk mengungkapkannya kepadamu” riska mengungkapkan seluruh isi hatinya kepada kintan sambil senyum senyum manis gitu. Kintan tambah heran, namun dia sangat bahagia karena masih ada orang yang baik seperti riska yang mau menjadi temannya bahkan mau menjadi sahabatnya. “iya aku mau kok jadi sahabatmu riska, makasih ya karena kamu udah mau jadi sahabatku”. Setelah beberapa menit berfikir akhirnya kintan pun mau menjadi teman riska. Hari itu adalah hari yang sangat bahagia bagi kintan yaa.. walaupun tadi sempat ada masalah, itu bukti bahwa Allah itu maha adil.