Penghargaan Yang Terlambat

oleh -104 views

Hari senin pagi, seluruh murid berbaris di lapangan untuk mendengarkan pengumuman olimpiade matematika. Riska mencari kintan. “mana sih kintan, lama sekali dia datang”.

Acara pun dimulai oleh seorang guru. “oke saya akan mengumumkan hasil olimpiadenya yang jatuh kepada seorang siswa yang tidak disangka sangka, beri tepuk tangan kepada kintan berlian!!! beri tepuk tangan yang keras kepada kintan, dia adalah siswa terhebat kita dia adalah teman terhebat kita”. Deg!! bu devi kaget murid yang selama ini dia hukum dan dia marahi ternyata murid yang sangat cerdas. “ayo kepada kintan dipersilahkan mengambil hadiahnya” sudah berulang kali namnya disebut namun dia tak kunjung datang, “kintann.. kintan kemana sih? Ditelfon juga gak aktif” bu devi pun menghampiri riska yang sedang khawatir “kemana kintan ris? Kamu tau dimana dia kan?” bu devi juga mencari kintan. “gak tau bu dari tadi saya cari dia, tapi dia enggak datang datang bu, dan saya sudah mengubunginya, gak aktif hp nya bu” mereka mulai khawatir, sudah mencoba menghubungi kedua orangtuanya namun hasilnya sama, kintan tiada kabar.

Baca Juga  Penumpang KM Dorolonda Lompat ke Laut di Perairan Kayoa, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Setelah 3 hari tiada kabar, akhirnya riska pun mendapatkan kabar dari kedua orangtuanya. “hallo assalamualaikum nak, ini ibunya kintan”. “iya bu waalaikumsalam, dimana kintan bu? kintan baik baik saja kan bu? kintan dapat juara 1 bu di olimpiade matematika yang kintan ikuti. Kintan berhasil mengalahkan semua sekolah, dia anak yang cerdas bu dia berhasil bu. dia bisa buktiin ke kita bahwa dia bisa jadi orang yang dihargai” namun bu nadia ibunya kintan hanya terdiam mendengarkan riska berbicara, suara tangis yang kintan dengar dari seberang telepon, “ibu kenapa? ibu kok nangis? harusnya ibu bahagia”, perasaan kintan tidak tenang rasanya ia juga ingin menangis. “nak, kintan udah pergi ninggalin kita semua, dia udah tenang disna”, “maksud ibu apa, ibu kok ngomong gitu.” “iya kintan setelah olimpiade dia jatuh sakit, dan langsung dilarikan kerumah sakit, dia koma selama 2 hari, dia mempunyai sakit leukemia, sejak kecil ia sudah punya penyakit itu, dan akhirnya kemarin dia merasa lega dia sudah bisa sembuh dari penyakitnya, dia sudah tenang. Sebelum dia koma dia sempat bilang ke ibu sampaikan salam sayangnya kepada riska, ia sangat menyayangimu nak”. air mata riska terus mengalir, dan dia masih gak percaya kalau kintan udah pergi ninggalin dia. “Dia adalah anak yang baik nak, lemah lembut dan gak pernah buat orang sedih bahkan sakit hati dia juga gak pernah menceritakan semua masalahnya sama ibu, dia gak mau liat ibu sedih. Ibu sudah tau yang sebenarnya dia di sekolah tidak baik baik saja namun kebalikan dari itu semua, ibu sangat kehilangannya nak..” Dan sambungan teleponpun terputus. riska masih terus menangis keemudian riska memberi tahu ini semua kepada bu devi.