Pengkhianat Rasa Pahlawan: Sebuah Inversi Moral

oleh -377 views

Padahal sebuah argumen tidak menjadi salah hanya karena disampaikan oleh orang yang tidak disukai.

Dan sebuah kebijakan tidak menjadi benar hanya karena dibela oleh orang yang berkuasa.

Tetapi logika sederhana itu sering kali tenggelam ketika kepentingan mulai menggantikan prinsip.

Di sinilah muncul sosok yang barangkali paling menarik dalam setiap episode inversi moral: pengkhianat rasa pahlawan.

Ia bukan orang yang mengaku sedang mengkhianati sesuatu.

Sebaliknya, ia tampil sebagai penyelamat.

Ia berbicara atas nama bangsa, negara, stabilitas, persatuan, dan masa depan. Ia menggunakan kata-kata yang terdengar mulia. Ia membungkus posisinya dengan bahasa moral yang tinggi.

Namun di balik semua itu, yang sedang terjadi sering kali hanyalah pembelaan terhadap kekuasaan yang tidak ingin dikoreksi.

Baca Juga  Ingatkan Legislator Tak Ganti Nomor HP, Sekjen Golkar: Konstituen Harus Tetap Bisa Menghubungi

Maka muncul paradoks, kesetiaan kepada nilai dianggap ancaman.
Kesetiaan kepada kekuasaan dianggap kebajikan.
Kritik dianggap permusuhan.
Kepatuhan dianggap patriotisme.

Ironisnya, mereka yang paling aktif membalikkan kategori moral itu justru sering kali orang-orang yang memahami persoalan dengan baik.

Karena itu, bahaya terbesar dari pengkhianat rasa pahlawan bukan terletak pada apa yang dilakukannya hari ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.