Penjabat Wali Kota Ambon Sinyalir Ada Kebocoran Data Pembelian BBM Lewat QR Code

oleh -260 views

Porostimur.com, Ambon – Para sopir angkot yang tergabung dalam sopir yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Angkot Kota Ambon (ASKA) mengeluhkan banyaknya kendala di lapangan terkait kebijakan pembelian BBM Subsidi dengan QR Code pada SPBU.

Kepada Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Sekretaris ASKA E. Singkery saat pertemuan bersama Pertamina dan Pengusaha SPBU, Rabu (22/2/2023) di Balai Kota menjelaskan para sopir angkot tidak merasa nyaman dengan sistem tersebut karena, selain terkendala jaringan, terkadang jatah pengisian BBM bagi mereka sudah habis sebelum digunakan.

“Terkadang saat kita mengisi Pertalite maka dikatakan oleh petugas SPBU bahwa sudah melebihi jatah 60 liter/hari, kenyataannya kita belum menggunakan jatah tersebut sama sekali, apakah ini terjadi kebocoran, mohon penjelasan dari Pertamina,” katanya.

Baca Juga  Hamas Kecam Penangkapan Warga oleh Otoritas Palestina, Sebut Melemahkan Perlawanan

Menjawab hal itu, Wattimena mengatakan digitalisasi dalam pelayanan SPBU adalah hal tidak bisa dihindari, karena pada dasarnya kebijakan secara nasional tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat. Namun apabila terjadi hal- hal yang disampaikan perwakilan ASKA, maka dapat disinyalir terjadi kebocoran data pribadi.

“Ada dua kemungkinan, yaitu terjadi double QR Code, tapi mungkin juga penyimpangan yang terjadi oleh oknum di SPBU, ini dugaan – dugaan kita yang harus ditertibkan,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.