Penumpang Melahirkan di Pesawat, Lion Air Rute Jayapura-Makassar Mendarat di Ambon

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sebuah proses persalinan di atas pesawat kembali terjadi. Seorang wanita bernama Anastasia Geavani menumpangi pesawat Lion Air JT-797 rute Jayapura-Makassar.

Wanita itu berhasil melahirkan di dalam kabin pesawat udara. Semua proses berjalan lancar sesuai prosedur.

“Penanganan satu penumpang bernama Anastasia Geavani yang melahirkan di dalam pesawat udara pada Selasa (17/ 11) sudah sesuai standar prosedur (SOP),” tulis Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan tertulis kepads CNBC Indonesia, Rabu (18/11/2020).

Sebelum diberangkatkan, pihak maskapai mengatakan bahwa Lion Air JT-797 sudah menjalani pemeriksaan. Seluruhnya dinyatakan laik dan aman untuk terbang (airworthy for flight).

Setidaknya, 50 menit dari jadwal terbang, pendamping dari Anastasia meminta bantuan kepada awak kabin dan meminta air putih hangat.

Melihat adanya tanda-tanda persalinan, pimpinan awak kabin menginformasikan apakah dalam penerbangan tersebut terdapat profesi dokter. Beruntung, penumpang tersebut melakukan persalinan dibantu oleh seorang penumpang bernama Marthna Setiawati Randabunga yang berprofesi sebagai dokter kandungan.

Baca Juga  Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di 163 Daerah Zona Kuning Corona, Ini Daftarnya

Persalinan berjalan normal, dilakukan di kursi bagian belakang. Ibu dan anak dalam keadaan sehat serta selamat.

Pesawat kemudian mendarat di bandara udara terdekat yakni di Bandara Pattimura, Ambon. Penumpang yang melahirkan diturunkan di bandara tersebut, dan pesawat melanjutkan penerbangan.

Lion Air penerbangan JT-797 lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sentani dengan jadwal keberangkatan pukul 13.35 WIT (Waktu Indonesia Timur, GMT 09).

Kira-kira 50 menit dari jadwal terbang, pendamping dari penumpang dimaksud meminta bantuan kepada awak kabin bahwa mengeluh sakit perut dan meminta air putih hangat.

Pimpinan awak kabin (senior flight attendant/ SFA) bernama Novitalia bersama kru kabin lainnya menghampiri langsung guna mengetahui kondisi aktual penumpang. Setelah mendapatkan informasi detail, SFA segera melakukan pengumuman (announcement) apakah dalam penerbangan terdapat profesi dokter. Satu penumpang atas nama Marthina Setiawati Randabunga mengaku sebagai dokter dengan menunjukkan identitas resmi serta dokumen pendukung lainnya.

Baca Juga  Atasi Kesulitan Masyarakat, Kodim 1509/Labuha Gelar Bakti Sosial

Koordinasi dan kerjasama yang baik antara awak kabin dan dokter, proses persalinan (melahirkan) penumpang termasuk penanganannya tersebut berjalan normal, dilakukan di kursi bagian belakang. Ibu dan anak dalam keadaan sehat serta selamat.

Pesawat udara mendarat pada 15.49 WIT. Setelah pesawat udara parkir pada tempatnya dan pada posisi sempurna, petugas layanan darat (ground handling) Lion Air bersama tim medis segera menangani penumpang dimaksud, untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Lion Air penerbangan JT-797 kembali mengudara .dari Bandar Udara Internasional Pattimura tujuan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 16.30 WIT. Pesawat tiba pada 17.15 WITA (Waktu Indonesia Tengah, GMT 08).

“Lion Air mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada awak kabin yang bertugas, dokter pada penerbangan serta ground handling di Ambon yang menangani operasional dan penanganan satu penumpang melahirkan penerbangan JT-797,” tulis Lion Air dalam keterangannya.

Baca Juga  Instruksi Kapolri untuk Pilkada 2020, Polisi Dilarang Selfie Dua Jari

Kepada setiap penumpang bahwa berdasarkan prosedur layanan penerbangan, untuk selalu memberikan informasi secara rinci, jelas, sesuai keadaan sebenarnya kepada petugas layanan darat ketika proses pelaporan diri di counter check-in. Jika sedang hamil, sakit berat menular atau tidak menular atau memiliki kondisi khusus yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan penumpang lain saat melakukan perjalanan udara.

Regulasi dari Lion Air Group menerapkan ketentuan bagi ibu hamil usia kehamilan di atas 28 minggu wajib menyertakan surat keterangan medis untuk ikut dalam penerbangan. Di usia kehamilan 36 minggu sudah tidak diperbolehkan terbang menggunakan pesawat terbang

Kondisi kesehatan pada umumnya tidak memerlukan surat izin medis. Namun untuk beberapa keadaan tertentu mewajibkan setiap penumpang mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan. (red)