Lebih dari itu sesungguhnya tindakan membabi buta Israel kali ini adalah bagian dari upaya untuk menutupi kejahatan yang mereka lakukan di Gaza dan Palestina. Di satu sisi mereka tidak mampu mengelak lagi dengan kejahatan perang (war crimes) yang mereka lakukan di Gaza dan mendapat kecaman dunia internasional. Bahkan lebih runyam lagi bagi Israel adalah kenyataan bahwa dengan penderitaan bangsa Palestina itu pada sisi lain telah mengantarkan Palestina kepada pengakuan dunia yang semakin luas. Sebagaimana diketahui status Palestina saat ini walaupun belum diakui sebagai negara merdeka tapi telah diterima sebagai anggota penuh di PBB New York.
Tapi sebenarnya hal yang paling berbahaya dan dikhawatirkan dari perang Israel-Iran ini adalah pecahnya perang dengan skala yang lebih luas lagi. Dan ini akan melibatkan dunia Islam dan Timur Tengah khususnya. Kita ingat dari perang Afghanistan, Irak, Libya, hingga ke Yaman, semuanya memaksa dunia Islam terlibat. Yang pada akhirnya tujuan terutama adalah melemahkan dunia Islam itu sendiri secara sistimatis.
Eskalasi kekerasan yang terjadi di Timur Tengah ini melibatkan banyak kepentingan, baik secara domestik, regional maupun global. Secara domestik pastinya Israel punya kepentingan besar untuk keamananya. Saat ini hampir tidak ada lagi ancaman yang bersifat negara (state) kepada Israel kecuali Iran. Negara-negara Arab lainnya, bahkan non Arab seperti Turki, tidak lagi dianggap ancaman bagi Israel. Iran dengan potensi Kekuatan nuklirnya adalah momok yang menakutkan bagi Israel.










