Tempat Pelatihan
Lilik mengatakan balai tersebut juga akan dijadikan tempat pelatihan bagi para relawan tanggap bencana, sehingga lebih siap mengoperasikan atau memasang berbagai peralatan dan logistik BNPB.
“Tenda BNPB yang besar-besar misalnya, tidak semua orang bisa memasangnya. Karena itu perlu dilatih sehingga petugas dan relawan menjadi ahli mengoperasikannya,” katanya.
Setiap balai yang dibangun juga akan dilengkapi jaringan komunikasi yang memadai, di samping mobil operasional serta penempatan pegawai BNPB dari Jakarta.
“Setiap balai logistik akan diperkuat dengan pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (Pusdalops) dan berjaringan langsung BNPB, sehingga setiap kejadian bencana dapat lebih cepat dipantau dan ditangani,” katanya.
Menyangkut rencana pembangunan, Lilik menerangkan sebagai rencana jangka panjang, karena harus menunggu pemerintah daerah dalam menyediakan lahan.
“BNPB tidak bisa membeli tanah. Karena itu kami meminta pemprov masing-masing daerah untuk menyediakan dan menghibahnya kepada kami,” katanya.
Setelah tanah tersedia, maka BNPB akan mengajukan anggaran pembangunan kepada Menteri Keuangan. “Jadi ini rencana jangka panjang. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” ujarnya. (red)






