Perempuan yang Dipinjam Laut

oleh -163 views

Ia memandang kalimat itu beberapa saat.

Lalu menutup buku.

Tak ada laporan penelitian yang mampu memuat seluruh isi hatinya.

Beberapa bulan kemudian, sebuah artikel ilmiah terbit di jurnal nasional.

Judulnya membahas ketahanan masyarakat pesisir di Teluk Galela.

Data-data yang disajikan lengkap.

Metodenya rapi.

Kesimpulannya kuat.

Artikel itu mendapat banyak pujian.

Namun tak seorang pun mengetahui bahwa bagian terpenting dari penelitian itu tidak pernah ditulis.

Bagian tentang seorang ibu yang memilih tinggal menjaga rumah.

Tentang seorang lelaki yang setia menjaga laut tanpa pernah meminta siapa pun menunggunya.

Tentang anak-anak kampung yang masih belajar membaca arah angin sebelum mengenal peta.

Tentang para pelaut Galela yang namanya hilang dari buku-buku sejarah, tetapi jejaknya masih tersimpan di dalam ombak.

Baca Juga  Dua Kelompok Mahasiswa Malut Laporkan Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Ake Busale ke KPK

Dan tentang seorang perempuan yang akhirnya mengerti bahwa pulang bukanlah persoalan jarak.

Pulang adalah keberanian untuk mengakui asal-usul sendiri.

Tahun berganti.

Lela semakin sering kembali ke Galela.

Kadang untuk penelitian.

Kadang menemani ibunya.

Kadang tanpa alasan apa pun selain ingin mendengar ombak.

Orang-orang kampung berhenti bertanya mengapa ia sering pulang.

Sebagaimana mereka tidak pernah bertanya mengapa burung-burung selalu kembali pada musimnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.