Perempuan yang Mudah Jatuh Cinta

oleh -813 views

“Temanku yang memilihnya karena dia suka sejarah dan ingin kuliah bareng aku tapi malah diterima di universitas lain dan jurusannya tetap sejarah. Itu pilihan ketiga jadi aku cuma tak ada pilihan saja, daripada tidak kuliah. Waktu itu, aku berpikir untuk jalani saja. Sesederhana itu sih alasanku.”

“Pantas saja, sekelas Balaputradewa tak mengenalnya. Cuma, kamu parah banget. Itu tokoh terkenal di zaman Sriwijaya karena raja termasyhur, bisa-bisanya kamu tak mengenalnya?”

“Ah, sudahlah. Mau meminjamkan buku tidak nih?”

Loh, kok malah ke buku sih?”

“Bukannya, kamu tadi mau meminjamkannya?”

“Iya, tapi kamu keterlaluan sekali sampai tak tahu Balaputradewa.”

“Makanya, pinjamkan aku buku-bukumu biar aku jadi pintar, bisa melampaui kepintaranmu.”

“Hahaha…Bisa saja.”

Baca Juga  Kapolsek Ternate Selatan Jagokan Argentina di Piala Dunia 2026

Sita memperoleh asupan buku dari Koento secara intens. Hampir setiap minggu keduanya bertemu untuk bertukar buku dan pikiran. Hati Sita makin tertambat pada Koento dan semakin tak bisa melepaskan diri dari jerat-jerat cinta. Koento juga semakin lekat lagi pekat dalam memberikan perhatian-perhatian, terkadang disadarinya, terkadang alami, semacam kenyamanan yang tak tertahankan.

Koento mengajak Sita ke Kafe Melamun untuk melihat-lihat koleksi buku-buku lawas di sana. Saat Sita melihat-lihat deretan buku, Koento berdiri persis di belakangnya, nyaris tanpa jeda.

No More Posts Available.

No more pages to load.