Periksa 15 Pengusaha, KPK Bidik Dua Kepala Daerah di Maluku

oleh -70 views
Link Banner

@porostimur.com | Ambon: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejak Senin (1/7) kemarin, melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang kontraktor di Maluku.

Tim Penyidik KPK yang dipimpin oleh Ronny Roy ini, melakukan pemeriksaan secara marathon di Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) wilayah Maluku yang terletak di Waihaong,
Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Informasi yang berhasil dirangkum oleh porostimur.com menyebutkan, pemeriksaan 15 kontraktor ini terkait gratifikasi terhadap salah satu mantan pejabat di Maluku.

Ke 15 orang kontraktor yang menjalani peneriksaan sejak Senin hinggq Selasa tadi antara lain: KF, AT, B, T, AI, YN, L, A dan ATh.

Link Banner

Mereka diperiksa terkait pemberian hadiah dan gratifikasi atas proyek infrastruktur di daerah ini, sejak tahun 2011 hingga tahun 2016 lalu.

Baca Juga  Chelsea Incar The Next Virgil van Dijk, Siapa dia?

Mereka yang diperiksa, diwajibkan membawa buku rekening pribadi, dan buku rekening perusahaan.

KPK juga telah mengantongi print out daftar rekening koran bank 15 orang yang diperiksa.

Pemeriksaan ini menurut sumber internal KPK, berdasarkan atas surat penugasan yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Penindakan, Up. Direktur Penyelidikan KPK RI atas nama pimpinan KPK.

Dari pemeriksaan marathon yang dilakukan selama dia hati ini, ditemukan adanya indikasi satu orang kepala daerah dan satu mantan kepala daerah di Maluku, yang diduga menerima gratifikasi dari ke-15 pengusaha terperiksa.

Dugaan gratifikasi memguat kepada Bupati Kabupaten Buru Selatan, yang diduga menerima hadiah gratifikasi sebagai kompensasi atas sejumlah proyek di kabupaten tersebut dengan nilai miliaran rupiah.

Baca Juga  Kakankemenag Halsel: ASN Harus Mampu Berinovasi dan Berkreasi dalam Bekerja

Penyidik KPK juga mencium adanya praktek gratifikasi di salah satu kabupaten yang ada di Pulau Seram. Seorang mantan bupati di pulau terbesar di Maluku ini, terindikasi menerima dana gratifikasi dari terperiksa AI dengan jumlah miliaran rupiah.

AI merupakan salah satu pengusaha ternama di daerah ini yang kerap terlibat pengerjaan proyek-proyek pemerintah. (red)