Perkosa Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Dicopot

oleh -885 views
Link Banner

Porostimur.com – Palu: Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri menanggapi kasus oknum kapolsek di Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah yang diduga setubuhi putri seorang tersangka.

Reza menilai anak perempuan dari tersangka yang diduga digauli oknum kapolsek itu merupakan bagian dari salah satu kelompok yang paling rentan menjadi korban.

“Secara fisik, gampang ditaklukkan, tak cukup kuat untuk melawan,” kata Reza seperti dilansir dari JPNN.com, Senin (18/10/2021).

Selain itu, Reza juga menjelaskan kondisi psikologis korban juga mudah diintimidasi dan dikelabui oleh pelaku.

Kamudian, kata lulusan Fakultas Psikologi UGM ini, korban juga tidak memiliki pengetahuan dan kesanggupan untuk mencari pertolongan.

Di sisi lain, Reza mengatakan korban bertemu dengan oknum polisi sebagai figur yang dianggapnya serba kuat.

Baca Juga  Spanyol Gagal Lolos ke Final Euro 2020, Begini Komentar Sergio Ramos, Iker Casillas, dan Capdevila

“Sempurna sudah di anak menjadi korban ideal,” ucap Reza.

Lantas apakah sanksi yang pantas untuk oknum kapolsek yang setubuhi putri tersangka itu?

Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri menanggapi kasus oknum kapolsek setubuhi putri tersangka di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Menanggapi hal itu, Reza berharap oknum kapolsek tersebut tidak hanya mendapat sanksi organisasi.

“Semoga bukan hanya sanksi organisasi yang dijatuhkan, sanksi pidana juga dihempaskan kepada oknum tersebut,”ujar Reza menandaskan.

Diketahui, kabar tentang perilaku oknum kapolsek ini terungkap setelah korban berinisial S menceritakan kejadiannya.

S mengaku dijanjikan oleh oknum polisi berinisial ID itu bahwa ayahnya akan dilepaskan.

Saat ini, Polda Sulawesi Tengah sudah memiliki bukti berupa chat mesra antara ID dan S melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga  Babinsa Koramil 08/Nusalaut Bantu Warga Buat Talud Sepanjang 25 Meter

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, Iptu IDGN kini sudah dibebastugaskan dari jabatannya dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Sulteng.

“Terkait dengan berita tersebut tim internal Polda Sulteng telah melakukan investigasi ke wilayah Polres Parigi Mautong dan Kapolsek yang bersangkutan telah dibebastugaskan untuk memudahkan proses pemeriksaan,” Kata Didik Supranoto, Senin, (18/10/2021).

Saat ini sang Kapolsek dipindahkan ke Yanma Polda Sulteng untuk memudahkan pemeriksaan Propam Polda Sulteng. 

Kombes Pol Didik menambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan pihak otel yang digunakan sebagai tempat pencabulan. “Kami juga memeriksa pihak hotel tempat aksi pencabulan itu dilakukan. Hotelnya berada di Kota Parigi, ” tandas Didik.

Baca Juga  Polda Maluku Utara Tangkap Pelaku Pemalsuan Surat Hasil PCR

 (red/jpnn/tvone)