“Setiap orang diberikan karunia yang berbeda-beda oleh Tuhan. Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi dalam membangun tubuh Kristus,” ujarnya.
Penataran Jadi Kebutuhan Mendesak
Ketua Klasis GPM Wetar D.O. Tupalessy, dalam arahannya menegaskan bahwa penataran merupakan kebutuhan mendesak bagi Majelis Jemaat di tengah kompleksitas tantangan pelayanan saat ini.
Menurutnya, para pelayan gereja harus memiliki pemahaman yang utuh terkait tata gereja, tugas pelayanan, ajaran gereja, serta tata kelola organisasi yang baik.
“Harapan kami, setelah mengikuti penataran ini kapasitas para pelayan semakin meningkat. Majelis Jemaat harus menjadi teladan dalam kehidupan bergereja dan mampu menjalankan tugas pelayanan dengan baik,” tegasnya.
Materi Strategis Perkuat Pelayanan
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis dari para narasumber yang merupakan pendeta di lingkup GPM.
Materi Tata Gereja dibawakan oleh Pdt D.O. Tupalessy, sementara materi Pergembalaan disampaikan oleh Pdt. S. Dadiara. Pengelolaan keuangan gereja atau perbendaharaan dipaparkan oleh Pdt. Y. Ulatte.
Selanjutnya, materi tentang uraian tugas Majelis Jemaat disampaikan oleh Pdt. Astrid Pattipeilohy, sedangkan materi ajaran gereja dibawakan oleh Pdt. Mon Sahureka. Penguatan pelayanan dalam konteks kekinian disampaikan oleh Pdt. Vanda Engel.











