Pesparani, kado terakhir bagi Assagaff-Sahuburua

oleh -51 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I di Ambon tanggal 27 Oktober hingga 2 November 2018 nanti, menjadi kado terakhir bagi pemerintahan Said Assagaff – Zeth Sahuburua.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan di Ambon, Selasa (2/10), hal ini ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku sekaligus Ketua Umum Panitia Pesparani Nasional I, Zeth Sahuburua.

”Saya ingin katakan, ini hadiah buat saya dan pak Said di akhir masa jabatan kami pada 10 Maret 2019 yang akan datang,” tegasnya.

Sebagai kado terakhir bagi kedua pasangan pemimpin Maluku itu, akunya, dirinya sangat beraharap agar penyelenggaraan even ini menjadi yang terbaik, baik dari sisi penyelenggaraan, prestasi yang diukir hingga pertanggungjawabannya.

Link Banner

”Ada istilah yang kita pegang yakni tri sukses yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses pertanggungjawaban,” jelasnya.

Baca Juga  Budayawan Maluku Utara Hadiri Malam Literasi di Kelurahan Topo

Menjadi tuan rumah yang baik, akunya, adalah sebuah kesuksesan dari sisi penyelenggaraan.

”Saya diberikan kepercayaan oleh Pak Gubernur dan Uskup menjadi Ketua Panitia. Saya Kristen Protestan, dipercayakan menjadi Ketua, artinya kita pertaruhkan harga diri kita semua untuk kesuksesannya acara ini,” terangnya.

Selain itu, terangnya, sukses prestasi yang dimaksudkannya adalah keinginan pada ajang ini ada prestasi yang dicapai oleh Pemerintah Maluku maupun peserta dari Maluku, maupun masyarakat itu sendiri.

”Melalui Pesparani, kita akan diperoleh bibit-bibit yang menyanyi yang baik, punya mindset dalam rangka membangun daerah ini. Sedangkan sukses pertanggungjawaban, adalah penggunaan dana yang harus dipertanggungjawabkan baik dari APBN dan APBD,” pungkasnya. (keket)