Petualangan Putin dan Pemujanya

oleh -337 views

Putin merasa Amerika dan NATO terindikasi mengancam Rusia, namun jelas salah alamat jika kekhawatirannya dilampiaskan dengan menduduki Ukraina. Sebagai negara yg berdaulat, adalah hak Ukrania ingin bergabung ke NATO pada 2008 (bahkan sejak 1992, setelah Uni Sovyet bubar). Tapi keinginan join NATO itu belum disetujui. Ada sesat logika militeristik-intelijen Putin, yang masih menganggap Rusia “negara adidaya”. Tapi mighty Russia hanya berani menginvasi negara kecil Ukrania, untuk menggertak “the real mighty”.

Putin gagal memahami, persaingan menjadi adi daya kini tidak harus dilakukan melalui gertak militer. Xi Jin Ping China jauh lebih pintar ketimbang imbisil Putin Rusia. China terbukti “memenangkan” perang ekonomi terhadap AS dan Eropa, menjadi negara dengan ekonomi terkuat setelah AS. Menjadi negara dengan ekspansi ekonomi terbesar, melalui invasi “perang” infrastruktur. Dan China juga tidak perlu melakukan agresi ke Taiwan, untuk menggertak, agar dianggap adidaya.

Baca Juga  ESDM Bongkar Tambang Emas Ilegal di Gunung Botak, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Putin agaknya adalah seorang yang mengalami delusi paranoia grandiose megalomania. Paradigma berpikirnya masih terpaku pada era “perang dingin” dan seolah ada persaingan ideologi (ala komunisme vs liberalisme) yang sudah usai dengan runtuhnya Uni Sovyet. Dunia yang pernah terbelah secara bipolar-politik, sudah bertransformasi. Yang terjadi saat ini adalah bipolar-ekonomi, antara kubu Amerika dengan China.

No More Posts Available.

No more pages to load.