Petualangan Putin dan Pemujanya

oleh -271 views

Putin adalah penjahat perang karena menginvasi Ukrania, sama seperti Hitler menginvasi Eropa atau Lyndon Johnson menginvasi Vietnam dan George Bush menginvasi Irak. Dalih agresi Putin bahwa Ukrania akan jadi pangkalan NATO, adalah dalih berandai-andai, fakta yang tidak valid (belum terjadi).

Dalam peperangan, berpihak, mendukung atau membela pelaku agresi adalah indikasi ketidaknalaran. Orang yang memiliki nurani tidak menolerir agresi, yang memicu bencana kemanusiaan dan penderitaan. Dan tidak perlu dalih, atas nama geopolitik atau keseimbangan kekuatan, untuk mengecam terjadinya aksi-aksi agresi diktatorial ala Putin. Semua agresi bermasalah, baik dilakukan Amerika, Indonesia (di Timor-Timur), maupun Rusia. Jangankan agresi militer yang menimbulkan banyak korban, agresi seseorang ke orang lain saja bermasalah. Agresi adalah perilaku memusuhi dengan kekerasan, terhadap pihak lain.

Baca Juga  YPKIM Bongkar Rapuhnya Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan: Dari Bank, Asuransi hingga Pinjol

Agresi Putin-Rusia adalah produk paradigma pemimpin didikan intelijen (KGB) yang cara berpikirnya ketinggalan 50 tahun. Seolah dunia masih berparadigma perkubuan berbasis ideologi era perang dingin. Dunia bukan lagi tahun 1980-an, saat manusia masih yakin ideologi bisa mengubah atau memperbaiki manusia. Ketika Uni Sovyet bubar, Rusia pernah bergabung dalam North Atlantic Cooperation Council. Pada 1994, Rusia juga bergabung dalam program the Partnership for Peace, sebagaimana pernah dirintis Gorbachev dan Boris Yeltsin. Ada ungkapan populer politik realisme “If you can’t beat them, join them”

No More Posts Available.

No more pages to load.