Porostimur.com, Morowali – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.200 karyawan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) tidak hanya berdampak pada para pekerja, tetapi juga memukul roda perekonomian masyarakat di sekitar kawasan industri. Sejumlah pelaku usaha kecil di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, mengaku kehilangan sebagian besar pelanggan sejak perusahaan melakukan efisiensi operasional.
Kawasan yang sebelumnya ramai oleh aktivitas ribuan pekerja kini mulai lengang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat dan pendapatan para pedagang yang menggantungkan usaha mereka pada aktivitas kawasan industri.
Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah Nasriana (38), pedagang nasi kuning yang membuka usaha di Jalan Trans Bunta, jalur utama menuju kawasan PT GNI.
Omzet Turun hingga Seperempat
Nasriana mengenang masa ketika operasional perusahaan masih berjalan normal. Saat itu, warung miliknya selalu dipadati para pekerja, terutama pada awal bulan ketika gaji karyawan telah dibayarkan.
“Tahun lalu, saya kewalahan melayani pelanggan yang mau membeli nasi kuning. Bahkan tiga orang tukang masak harus membantu saya melayani pembeli,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).










