Pimpinan Komisi VIII DPR Jelaskan Konteks Minta Film ‘His Only Son’ Dihentikan

oleh -132 views

Porostimur.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily memberi penjelasan soal pernyataannya meminta penghentian penayangan film His Only Son yang jadi kontroversi.

Ace meminta konteks pernyataannya dilihat utuh. Ace juga menegaskan dirinya menjunjung tinggi toleransi.

“Saya tidak memiliki rekam jejak tidak menghargai perbedaan agama orang lain. Saya menjunjung tinggi toleransi. Apalagi partai saya yang saat ini saya mengabdi merupakan partai nasionalis,” kata Ace kepada wartawan, Sabtu (16/9/2023).

Ace menjelaskan lebih jauh soal konteks pernyataan sebelumnya, yaitu saat menjawab pertanyaan seorang guru dalam acara Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi).

Dia juga menyatakan tak melarang film itu untuk ditonton oleh umat agama tertentu.

Baca Juga  Ini 5 Kegiatan Unggulan Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie

Ace meminta maaf jika pernyataannya menimbulkan kegaduhan. Dia menegaskan komitmennya untuk menjaga keberagaman di Indonesia.

Berikut pernyataan Ace Hasan selengkapnya:

Terkait dengan pernyataan saya soal polemik film His Only Son, saya ingin menyampaikan beberapa hal:

1. Pernyataan saya harus dilihat konteks di mana statement itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam acara NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang dihadiri para Guru Agama Islam di Kabupaten Bandung Barat, 8/9/2023. Dalam acara itu ada seorang guru agama yang bertanya kepada saya tentang adanya berbagai instrumen pendidikan, terutama teknologi informasi, termasuk melalui media film.

No More Posts Available.

No more pages to load.