Dirinya juga menjelaskan bahwa adapun dalam rangka menekan angka kemiskinan dan secara khusus kemiskinan ekstrim di Maluku Tenggara, maka data penduduk miskin ekstrim dijadikan salah satu reverensi untuk pembentukan kelompok pemberdayaan ekonomi. Masyarakat miskin ekstrim sesuai potensi akan direkrut untuk dibina, didampingi dan difasilitasi guna mampu mandiri secara ekonomi.
Sektor-sektor pemberdayaan seperti perikanan, pertanian, pariwisata, termasuk koperasi dan UMKM, didorong untuk terlibat langsung dalam menekan dan menurunkan kemiskinan eEkstrim.
“Upaya dan strategi ini yang coba kami terapatkan, Kami selalu memohon arahan dan pendampingan dinas provinsi,” pintanya.
“Termasuk melalui forum di hari ini, kiranya akan melahirkan strategi dan rekommendasi, yang dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Kota dalam upaya mendorong meningkatnya Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Provinsi Maluku,” harap Jasmono. (Dewi Sirwutubun)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









