PKI dan Rezim Rasan-Rasan

oleh -491 views

Merespons tudingan itu, Pangkostrad Letnan Jenderal Dudung Abdurachman angkat bicara. Menurutnya, sebagai prajurit Gatot seharusnya dapat melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum melemparkan tudingan ke publik, sehingga tidak menimbulkan prasangka.

Terlepas dari Jenderal siapa yang lebih akurat dan valid, salah satu stasiun televisi swasta turut meramaikan rasan-rasan PKI. Stasiun televisi tersebut mengunggah poster di media sosialnya, yang intinya adalah tentang agenda penayangan G30S/PKI, sebuah film yang dibuat berdasarkan majelis rasan-rasan orde militeristik Soeharto.

Untuk diketahui, film G30S/PKI secara garis besar bercerita tentang peristiwa selama lima hari (30 September sampai 5 Oktober 1965), berfokus pada serangan komunis kepada komunitas Muslim, scene pembunuhan tujuh perwira militer, dan adegan pesta seks perempuan komunis.

Baca Juga  Ketika Bahasa Presiden Kehilangan Keanggunannya

Yang menarik adalah banyak pihak telah mengatakan bahwa film itu tidak merepresentasikan kejadian yang sesungguhnya. Medio 2012, pemeran Soeharto dalam film G30S/PKI, Amoroso Katamsi, menyebut bahwa ada beberapa adegan yang sengaja dibikin berlebihan.

Selain itu, seorang eks anggota Gerwani (sebuah organisasi onderbouw PKI) bernama Sulami menyangkal bahwa ada anggota kelompoknya yang menari-nari di Lubang Buaya, seperti tergambar dalam film. Dalam sebuah wicara dengan Tempo, dia juga menepis adanya keterlibatan dalam penculikan para Jenderal.

No More Posts Available.

No more pages to load.