Polda Maluku Akui Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Pulau Haruku

oleh -379 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Jajaran Polda Maluku mengalami kesulitan mengungkap dan menangkap pelaku bentrokan yang terjadi di Pulau Haruku, Maluku Tengah.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat mengungkapkan kesulitan utama pihaknya mengungkap penembak misterius di tengah Hutan Negeri Halaliu maupun pelaku penganiayaan dalam konflik Ori-Kariuw karena korban tidak divisum dan autopsi.

Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengaku mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pelaku penembakan misterius di tengah Hutan Negeri Hulaliu dan pelaku penganiayaan dalam konflik Kariuw-Ori Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

“Kesulitan utama adalah korban tidak divisum dan diotopsi. Itu kesulitan kita untuk mengetahui dari senjata apa dan jenis peluru itu. Makanya kita agak kesulitan untuk itu,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat di Ambon, dikutip Minggu (20/2/2022).

Ia mengatakan, korban tidak divisum karena tidak diizinkan oleh pihak keluarganya.

Baca Juga  Vaksinasi Polda Maluku, Ratusan Warga Disuntik Sinovac, Astrazeneca dan Moderna

Terkait kasus penganiayaan dalam konflik Ori-Kariuw, Polda Maluku juga masih sulit untuk menetapkan tersangka. Sebab, korban penganiayaan sampai sekarang tidak mau dimintai keterangan.

“Dipanggil berulang kali, bahkan polisi sudah mendatangi korban pun tetap tidak mau. Itu kesulitan polisi,” tambahnya.

Menurut Kombes Roem, butuh proses yang panjang dan perlu kerja sama dari masyarakat maupun korban untuk dapat memberi keterangan agar mudah untuk polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Saya harap masyarakat juga dapat membantu demi kelancaran proses penangkapan ini,” ujar Kombes Roem.

Sebelumnya terjadi konflik antarwarga Desa Kariuw dan Ori-Pelauw di Pulau Haruku, Maluku Tengah, akibat kesalahpahaman yang diduga karena persoalan tapal batas dari kedua wilayah tersebut.

Baca Juga  Besok GVP Dialihkan ke Lapangan Markas Brimob Polda Maluku

Dampak kejadian itu menyebabkan sebanyak 739 warga Kariuw mengungsi.

Selain itu, konflik juga menyebabkan ratusan rumah warga dan belasan kendaraan bermotor dirusak. Saat ini kondisi keamanan di kedua desa tersebut sudah aman. Namun, pasukan gabungan Polri dan TNI tetap menjaga keadaan di sana.

Sebelumnya juga terjadi penembakan misterius di tengah hutan Negeri Hulaliu yang mengakibatkan dua orang tewas. (Keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.