Sedangkan politik gagasan, berorientasi kepada publik secara luas, bukan individu/kelompok.
Lalu, bagaimana dengan pemilih rasional? Umumnya golongan ini berasal dari kelompok Milenial dan Gen Z. Generasi ini memang memiliki kecenderungan berbeda dengan tipe pemilih emosional dan transaksional.
Kedua sosok ini memiliki karakter terbuka, kritis, egaliter. Namun, sama-sama tergiur dengan gaya politik politainment.
Pemilihan presiden lalu menjadi bukti, bagaimana pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mampu menyihir Gen Z dan Milenial dengan melancarkan serangan politik politainment-nya.
Dipengujung tulisan ini, tentu kita berharap agar masyarakat sadar dalam mengonsumsi informasi politik yang sarat hiburan dan gimik, namun miskin gagasan dan substansi.
Informasi dan gagasan politik yang relevan dengan masalah daerah tetap harus menjadi perhatian dan disuarakan di ruang publik.
Mustahil rasanya memaksa para kandidat untuk memberikan edukasi politik yang ideal dalam waktu dekat. Hanya kita, sebagai rakyat harus mengasah nalar politik agar tidak tergoda dengan buaian politainment sang kandidat!
sumber: kompas.com








