Politik Gimik Calon Kepala Daerah

oleh -22 views

Oleh: Aidil Aulya, Dosen UIN Imam Bonjol Padang

PROSES awal Pilkada lazimnya dimulai dengan pengenalan bakal calon yang terpampang dalam pelbagai macam atribut.

Sayangnya, suguhan atribut pengenal bakal calon yang menyampahi sudut-sudut daerah acapkali hanya menonjolkan aspek gimik daripada substansi.

Para calon yang seharusnya memperkenalkan program-program konkret dan solusi bagi permasalahan daerah, justru lebih sibuk membangun citra diri yang terkadang terkesan manipulatif.

Berbagai cara dilakukan mulai dari citra visual yang menarik hingga retorika memikat, untuk menutupi kenyataan bahwa tidak adanya program yang jelas dan terukur untuk kemajuan daerah yang akan dipimpin.

Banyaknya atribut pengenal tidak diiringi dengan banyaknya ide dan gagasan yang disebarkan. Nahasnya, terkadang semakin banyak balihonya, maka akan semakin tersembunyi pula otak dan gagasan yang akan dibawanya untuk disebut layak sebagai calon kepala daerah.

Baca Juga  Gila! Indofarma Punya Utang Pinjol Rp1,26 Miliar

Masyarakat dipersiapkan untuk menghafal wajahnya biar jadi pembicaraan publik. Setelah itu dilanjutkan dengan skenario pengumpulan massa.

Sudut-sudut kota dan lorong-lorong tempat makan mulai dipesan untuk mengumpulkan simpul-simpul relawan dan menyiapkan calon tukang sorak sorai.

No More Posts Available.

No more pages to load.