Politik Gimik Calon Kepala Daerah

oleh -441 views

Para broker politik kembali dikumpulkan untuk membuat desain pemenangan sembari menyiapkan agenda-agenda politik berantai. Dalam pertemuan yang dipersiapkan tersebut, ide dan gagasan juga acap tak tampak.

Terkadang terlihat sedikit, tapi lebih sering tergantikan oleh pidato-pidato retoris, bujuk rayu, dan tertutupi oleh berahi kekuasaan saja.

Fenomena ini menunjukkan betapa miskinnya budaya politik kita terhadap substansi dan ide. Persiapan yang dilakukan hanya sebatas politik “tongkongan” massa.

Citra manipulatif

Pada masa pengenalan calon kepala daerah, akan sering terlihat calon kepala daerah yang tiba-tiba datang ke sudut-sudut daerah, tempat ibadah, pasar, lokasi bencana, atau mungkin menggelar acara sosial yang seolah menunjukkan kepedulian terhadap rakyat kecil.

Bahkan pernah di suatu masa, ada calon yang masuk ke gorong-gorong dan berhasil naik sampai di level kepemimpinan tertinggi.

Baca Juga  Saatnya Prabowo Menjadi Prabowo

Semua ini adalah bagian dari strategi pencitraan yang dirancang untuk menarik simpati dan dukungan masyarakat. Namun, jika ditelisik lebih dalam, banyak dari aksi ini tidak diikuti oleh program nyata yang dapat menjawab permasalahan mendasar di daerah.

Misalnya, ada calon yang berkunjung ke lokasi bencana, mengantarkan bantuan, sembari berkeliling ke lokasi-lokasi terdampak.

No More Posts Available.

No more pages to load.