Polres dan DP3A Halsel Dinilai Lambat Tangani Kasus Kekerasan Seksual

oleh -2 Dilihat

Porostimur.com – Labuha: OKP perempuan se Halmahera Selatan (Halsel) menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Ikan (Pusat Kota Saruma), Kamis (6/1/2022)

Para aktivis perempuan ini melakukan unjuk rasa karena menganggap Polres Halsel dan Dinas P3AKB lambat dalam menangani kasus kekerasan seksual di kabupaten berjuluk Saruma itu.

Dalam aksinya, mereka menyebut Polres Halsel dan Dinas P3AKB lambat dalam menangani kasus kekerasan seksual yang terjadi di Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan.

Menurut mereka, Polres Halsel dan DP3AKB gagal dalam penangana dan pengawalan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang marak terjadi di Halmajera Selatan.

Dalam orasinya masa aksi menuntut Polres Halsel segera menangkap dan mengadili pelaku pemerkosaan yang tengah mengorbankan istri orang lain.

Baca Juga  Tersandung Dugaan Kasus Sabu, Kejari Ambon Tegaskan LT Bukan Jaksa, Hanya Pegawai

Masa aksi juga menuntut pihak penegak hukum agar mengusut tuntas kasus kekerasan seksual di Halmahera Selatan serta mendesak Polres mengusut tuntas kasus asusila.

Kepada porostimur.com, Koordinator Aksi Anisa Safar mengakatan, aksi tersebut dilakukan oleh front perempuan OKP/Cipayung.

“Kasus seperti ini selalu terjadi dan pelakunya jarang diburu oleh pihak terkait untuk melakukan penerapan hukum secara baik atas tindakannya. Maka dari itu kami atas nama perempuan Halmahera Selatan meminta agar pihak terkait dalam hal ini Polres Halsel agar menseriusi masalah-masalah kekerasan seksual yang laju terjadi di ibu kota Saruma”, ujar Anisa

No More Posts Available.

No more pages to load.