Polres dan DP3A Halsel Dinilai Lambat Tangani Kasus Kekerasan Seksual

oleh -176 views
Link Banner

Porostimur.com – Labuha: OKP perempuan se Halmahera Selatan (Halsel) menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Ikan (Pusat Kota Saruma), Kamis (6/1/2022)

Para aktivis perempuan ini melakukan unjuk rasa karena menganggap Polres Halsel dan Dinas P3AKB lambat dalam menangani kasus kekerasan seksual di kabupaten berjuluk Saruma itu.

Dalam aksinya, mereka menyebut Polres Halsel dan Dinas P3AKB lambat dalam menangani kasus kekerasan seksual yang terjadi di Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan.

Menurut mereka, Polres Halsel dan DP3AKB gagal dalam penangana dan pengawalan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang marak terjadi di Halmajera Selatan.

Dalam orasinya masa aksi menuntut Polres Halsel segera menangkap dan mengadili pelaku pemerkosaan yang tengah mengorbankan istri orang lain.

Baca Juga  Pemkab Maluku Tenggara Apresiasi Inovasi Tanaman Beras Merah Jemaat Ohoira

Masa aksi juga menuntut pihak penegak hukum agar mengusut tuntas kasus kekerasan seksual di Halmahera Selatan serta mendesak Polres mengusut tuntas kasus asusila.

Kepada porostimur.com, Koordinator Aksi Anisa Safar mengakatan, aksi tersebut dilakukan oleh front perempuan OKP/Cipayung.

“Kasus seperti ini selalu terjadi dan pelakunya jarang diburu oleh pihak terkait untuk melakukan penerapan hukum secara baik atas tindakannya. Maka dari itu kami atas nama perempuan Halmahera Selatan meminta agar pihak terkait dalam hal ini Polres Halsel agar menseriusi masalah-masalah kekerasan seksual yang laju terjadi di ibu kota Saruma”, ujar Anisa

Menurut Anisa, melalui hasil hearing pihaknya dengan Polres Halsel kasus seksual yang terjadi di Desa Panambuang Murni tindakan pemerkosaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dibuktikan dengan hasil visum.

Baca Juga  Selangkah Lagi Ruslan Kubais dkk Dilantik Sebagai Wakil Rakyat Malut

“Jadi sesuai dengan hasil hearing tadi memang jelas ini kasus pemerkosaan dibuktikan dengan visum. Dan visum sudah ada, bahkan 1 pelaku sudah ditemukan, hanya 1 saja yang belum. Sekarang Polres masih dalam tahapan pencarian dan nanti dong kabarkan lagi bila ada progres dari Polres”, punkasnya.

Anisa bilang polres Halsel & KP3A lambat dalam penanganan kasus pemerkosaan dan perlindungan terhadap korban. Banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di Halmahera Selatan seperti pemerkosaan itu sering terjadi namun Polres dan Dinas DP3A lambat dalam menjalankan tugasnya.

Ia menegaskan agar pihak terkait dapat menseriusi masalah seksual yang sering terjadi, kerena merugikan kaum perempuan pada umumnya dan terkhususnya di Halmahera Selatan.

Baca Juga  Sinergitas TNI – Polri Di Hari Bhayangkara Ke – 74, Kapolres Halsel Bersama Dandim 1509/Labuha Bagikan Puluhan Karung Beras Dan Paket Sembako

“Kami tegaskan agar Polres dan Dinas DP3A dapat bertindak cepat dalam kasus-kasus yang merugikan kami sebagai kaum perempuan”, tegasnya. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.