Tujuh: Prabowo memiliki catatan masa lalu yang kelam akan tetap menjadi catatan dunia. Dari isu penculikan aktifis hingga pembantaian di TimTim kala itu. Bahkan pernah dicekal untuk masuk ke beberapa negara Barat, termasuk AS. Jika ditetapkan sebagai Presiden RI hal ini dengan sendirinya akan jadi kendala tersendiri dalam menjalankan Pemerintahan, khususnya dalam hal hubungan luar negeri.
Delapan: jika karena faktor umur dan/atau kesehatan lalu Prabowo berhalangan secara permanen dalam menjalankan pemerintahan maka yang akan menjabat atau menjalankan tugas-tugas kepresidenan adalah wakilnya. Saya hanya tidak bisa membayangkan, atau juga malu rasanya sebagai putra Indonesia, negara yang besar dan hebat ini dipimpin oleh seorang Gibran.
Sembilan: yang paling mengkhawatirkan sesungguhnya adalah “ancaman kedaulatan negara” oleh kekuatan luar. Jika saja kita mengikuti rencana Pembangunan IKN secara dekat, kita akan ketahui siapa-siapa saja di garis terdepan yang terlibat. Aliran uang dari mana saja, bahkan nuansa orientasi pembangunan Ibukota negara itu kemana, dan seterusnya. Kekhawatiran akan ancaman luar ini juga terlihat jelas dengan kasus-kasus mutakhir, server komputer KPU yang berada di luar negeri (baca: Ali Baba di Singapura dan China) misalnya. Semua ini seharusnya membuka mata kita dan paham jika bangsa dan negara tercinta sedang tidak baik-baik saja.









