“Kami berharap ada perubahan cara pandang terhadap Papua serta menggunakan pendekatan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sehingga tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar seperti yang terjadi sekarang ini. Peristiwa ini menjadi cermin bagi kita semua bahwa ternyata ikatan kebangsaan kita rapuh,” katanya.
Menurut dia sudah saatnya semua elemen bangsa termasuk di dalamnya elit politik melakukan otokritik, bahwa kepentingan bangsalah harus diutamakan, di atas kepentingan Partai maupun kepentingan golongan.
“Dan konsep kebangsaan yang hanya mengedepankan kesatuan teritorial adalah konsep yang sudah usang, kebangsaan kita harus diletakkan di atas prinsip Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi, yaitu kemanusiaan serta kesejahteraan,” kata dia. (red/ant)




