Pria Jangkung yang Kerap Tersandung

oleh -5 Dilihat

Cerpen Karya: Vahira Mona Luthfita

Sinar lembayung menerobos melewati pintu kayu yang terbuka lebar, memancarkan suasana hangat sore itu. Pagar berkarat diselimuti tumbuhan merambat kering, celana dalam tergeletak miris, jatuh dari balkon yang dijadikan tempat penjemuran. Aku menghirup rakus udara yang bercampur aroma apek pakaian, sampah di samping kontrakan, dan bau terasi dari rumah tetangga mengganggu penciuman.

Rambut keritingku berkibar malu, sorak-sorai para bocah yang berlarian sambil memegang bola sepak menuju halaman masjid semakin merusak keselarasan lembayung dengan suara burung gereja berkicau di hamparan persawahan dalam khayalan.

Suara eraman kecil dari dalam perut mengagetkanku. Bau terasi yang sebelumnya tak sedap tiba-tiba menggelitik lidah menuju lambung, meminta untuk segera diisi. Di rumah hanya terdapat sisa nasi sarapan dan sebungkus kecil kerupuk kulit kembalian warung kemarin, sekejap rasa menggelitik berubah menjadi nyeri disudut perut hingga mencapai paha atas.

Kaki kasarku mencari-cari alas pencegah ludah dan kencing mengenai kaki, melangkah perlahan menuju tempat pengobatan nyeri perut ini. Langkahku terhenti di depan sebuah warung kecil penuh suara kelakar yang memekakkan telinga. Mpok Sutri, wanita pemilik warung itu, memanggilku. Dengan kaku aku menunjuk kaca berisi banyak makanan penuh bumbu.

No More Posts Available.

No more pages to load.