Pertamina, kata dia, bersepakat akan mengakuisisi Blok Masela dengan menggandeng perusahaan migas asal Malaysia, yakni Petronas dan membentuk konsorsium.
“Masela kami finalisasi dengan Petrnonas. Jadi Petronas oleh SKK Migas sudah saya bicarakan itu, jika harganya sudah cocok segara berikan, tahun ini bisa kerja,” kata Luhut ditemui di acara Hilirisasi dan Transisi Energi Menuju Indonesia Emas di The Westin Jakarta, Selasa 9 Mei 2023.
Luhut menjelaskan, tidak ada kendala soal proses pembelian participating interest (PI) ini, hanya saja proses tawar menawar harga di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memakan waktu yang lama.
“(Kendala) Nggak ada, soal harga aja di SKK Migas, Pertamina sudah happy. Jadi pada dasarnya berada di jalur yang baik,” kata Luhut.
Blok Masela merupakan tambang minyak dan gas yang berada di sekitar Laut Aru dan telah dieksplorasi sejak 1998. Kepemilikan saham terbesar proyek itu dimiliki oleh perusahaan asal Jepang bernama Inpex Corporation sebagai operator dengan kepemilikan saham 65 persen dan Shell Upstream Overseas Services sebesar 35 persen.
Namun belakangan, Shell tiba-tiba memutuskan untuk melepas sahamnya di proyek tersebut, sehingga pemerintah berupaya untuk membeli participating interest (PI) milik Shell tersebut.











