Butuh Visi, Bukan Sekadar Sensasi
Jika benar-benar ingin bertahan sebagai destinasi wisata, Fukweu butuh lebih dari sekadar viral. Ia membutuhkan visi jangka panjang, strategi pengelolaan yang jelas, dan komitmen bersama antara pemerintah desa dan masyarakat. Termasuk di dalamnya, pengelolaan populasi kucing secara etis yang menjadi daya tarik utama. Sebab, jangan sampai yang dikenang bukan pulau atau masyarakatnya, tetapi hanya kucing-kucing lucu yang pernah viral.
Ini bukan sekadar cerita soal kucing, melainkan soal harga diri komunitas dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan. Viral itu baik, jika disambut dengan bijak. Tapi tanpa arah dan visi, Pulau Kucing bisa saja tinggal nama, dan Fukweu kembali tenggelam dalam sunyi yang sama seperti sebelum video arisan itu muncul ke permukaan. (*)
Fukweu, 1 Agustus 2025











