Rektor UI Trending dan Jadi Bahan Lucu-Lucuan: Rektor UI Kegigit Ular, Ularnya yang Keracunan

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Rektor UI Ari Kuncoro terbukti melakukan pelanggaran rangkap jabatan sebagai Rektor UI sekaligus komisaris BUMN.

Ironinya bukan Ari Kuncoro yang kena saksi atau melepas salah satu jabatannya, namun aturan melarang rangkap jabatan itulah yang direvisi.

Jadi seolah-olah rektor UI Ari Kuncoro sakti, bisa mengubah aturan yang dilanggarnya yakni Statuta UI.

Dan kesaktian Rektor UI pun menjadi trending dan bahan lucu-lucuan netizen.

Sementara pemerintahan Jokowi memperoleh kritak tajam.

“Rektor UI kalau nerobos lampu merah, aturannya langsung diubah, lampu ijo jadi berhenti, merah jadi jalan,” tulis netizen @ridwanhr

“Pelajaran apa ya yang ingin disampaikan oleh Rektor UI kepada seluruh mahasiswa, alumni, dan bangsa Indonesia? Moral apa yang ingin dibangun @univ_indonesia bagi bangsa ini? Bahwa jabatan harus diperjuangkan dengan cara apapun saat berkuasa?,” tulis @ismailfahmi menghujam.

“Lebih penting menyelamatkan Prof. Ari Kuncoro ketimbang memajukan UI. Luar biasa Presiden @jokowi,” tulis ekonom @FaisalBasri.

Berikut Sebagian kecil twit lucu-lucuan Rektor UI yang memuncaki trending mengalahkan berita-berita artis Korea.

@peter_parkour12: Rektor ui melanggar hukum gravitasi, Issac newton pun bangkit dari kubur untuk merevisi teorinya.

@NephiLaxmus: Rektor UI naik mobil hampir nabrak pagar. Pagarnya geser sendiri.
Rektor UI ….

@Guvcci: Bisa ngga gw kaya rektor ui? Kalo melanggar aturan, aturannya yg gw ubah. Bukan gw yg di hukum

@LalaGumawo2: Rektor UI Kena Covid. Covidnya yang di vaksin

Baca Juga  Tak Ada yang Mengemudi Sepandai dan Secepat Rossi di Lap Terakhir

@afifwilians: Rektor UI makan sate kambing, yang darah tinggi kambingnya.

@dwiasry: Rektor UI ga ngefans BTS, BTS nya yg minta foto bareng.

@Caberaw78325333: Rektor UI naik motor lewat jalan tol, jasa marga merevisi aturan kendaraan roda 2 bebas masuk jalan tol

@Ridhosobriyana: Terimakasih REKTOR UI sudah membuat diri ini terhibur

@BossTemlen: Rektor UI nyanyi salah lirik, lirik lagunya yang direvisi..!

@teh_obeng_: Rektor UI wisata ke air terjun, air nya langsung ga berani terjun

@hokidongs: Rektor UI mau makan bakso, bakso nya masuk sendiri ke mulutnya.

@nitarose38: Rektor UI kalo naik gunung trus ga kuat, gunungnya disuruh turun

@mangglenk: Dulu ada setya novanto yang dijadikan lucu-lucuan. Sekarang Rektor UI.

@emerson_yuntho: Rektor UI kegigit ular, ularnya yang keracunan

Dianggap Lakukan Malaadminstrasi

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Rektor UI Ari Kuncoro menjadi sorotan karena dianggap melanggar statuta Universitas Indonesia terkait rangkap jabatannya menjadi wakil komisaris di salah satu BUMN.

Hal itu berawal ketika rektorat UI memanggil dan memeringatkan para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang mengkritik Presiden Jokowi dengan sebutan King of Lip Service.

Pihak rektorat dianggal telah ‘menggerogoti’ kebebasan berpendapat mahasiswa dan sebagian lagi curiga ada kepentingan tertentu lantaran rektor UI merupakan komisaris.

Semenjak itu, Ari Kuncoro menjadi sorotan luas.

Namun, bukan bukan kabar Ari Kuncoro menanggalkan jabatannya justru belakangan muncul revisi peraturan yang memperbolehkan rektor rangkap jabatan. 

Baca Juga  Sound Of Green (SoG) Raih Penghargaan dari API Award 2021, Kategori Atraksi Budaya

Pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 menjadi PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI).

Dalam aturan sebelumnya, yakni Pasal 35 (c) PP 68 Tahun 2013, rektor dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat perusahaan BUMN/BUMD.

Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) mengatakan, pihaknya sudah menerima salinan revisi atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI. 

Revisi Statuta UI yang baru termuat dalam PP Nomor 75 Tahun 2021.

“Benar, kami MWA juga baru terima salinannya (revisi Statuta UI),” kata Ketua MWA UI Saleh Husin Senin (20/7/2021) malam, dilansir dari Kompas.com.

Dokumentasi Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D (kanan) melakukan salam komando dengan Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met Rektor UI (2014-2019) seusai dilantik dan serah terima jabatan di Balai Purnomo, UI Depok, Rabu (4/12/2019).
Dokumentasi Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D (kanan) melakukan salam komando dengan Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met Rektor UI (2014-2019) seusai dilantik dan serah terima jabatan di Balai Purnomo, UI Depok, Rabu (4/12/2019). (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Terkait pelanggaran Statuta ini, Ombudsman Republik Indonesia menyebut, Rektor UI Ari Kuncoro telah melakukan malaadminstrasi karena melanggar PP 68/2013.

“Intinya berdasarkan PP tersebut, rektor dan wakil rektor UI dilarang merangkap sebagai pejabat di BUMN/BUMD atau swasta,” kata Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika kepada Kompas.com, Selasa (29/6/2021) lalu.

 “Artinya, Rektor UI telah melakukan malaadministrasi, karena jelas-jelas melanggar ketentuan yang berlaku,” ucap Yeka.

Sementara di aturan baru, PP 75/2021 Pasal 39, rangkap jabatan di BUMN/BUMN hanya dilarang untuk jabatan direksi.

Artinya, ada celah untuk rangkap jabatan di posisi lain karena tidak disebutkan dalam pasal tersebut. Berikut perbandingan isi pasal larangan rangkap jabatan: PP 58/2013 berbunyi,

Baca Juga  Gandeng Insan Pers, Polda Malut Salurkan Bantuan Sosial Kepada Warga Terdampak Covid-19 dan PPKM

Rektor dan wakil Rektor dilarang merangkap sebagai:

a. pejabat pada satuan pendidikan lain, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat b. pejabat pada instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah;

c. pejabat pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta;

d. anggota partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan partai politik; dan/atau

e. pejabat pada jabatan lain yang memiliki pertentangan kepentingan dengan UI.

Sementara revisi Statuta UI, Pasal 39 (c) PP 75 Tahun 2021 berbunyi, Rektor dan wakil Rektor, sekretaris universitas, dan kepala badan dilarang merangkap sebagai:

a. pejabat struktural pada perguruan tinggi lain, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat;

b. pejabat struktural pada instansi pemerintah pusat maupun daerah;

c. direksi pada badan usaha milik negara/daerah maupun swasta; atau

d. pengurus/ anggota partai politik atau organisasi yang berafiliasi secara langsung dengan partai politik

Revisi itu dibenarkan oleh Ketua Majelis Wali Amanat UI Saleh Husin saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (20/7/2021) malam.

“Setau saya sudah lama banget prosesnya kalau nggak salah dari akhir 2019,” kata Saleh.

Berdasarkan PP 75/2021 yang diterima dari Kompas.com, salah satu hal yang direvisi dalam Statuta UI adalah aturan tentang rangkap jabatan rektor dan jabatan struktural UI.

(red/wartakotalive)

No More Posts Available.

No more pages to load.