Relakan Saja & Laki-Laki Bae Jadi Tanda Kembalinya Beto Habibu

oleh -277 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Setelah satu dasawarsa tak lagi mendengar suaranya yang indah dan khas, dia kini muncul kembali lewat alunan lagu bertajuk ‘Relakan Saja’ dan Laki-Laki Bae. Dan suaranya yang komersil itu pun menjadi pelepas rindu bagi para penggemarnya, sekaligus penyemangat dirinya untuk terus berkarya.

Adalah Beto Habibu selepas ajang bernyanyi di sebuah stasiun televisi swasta itu di tahun 2008, lalu bertekad kembali ke kampung halamannya untuk menyelesaikan pendidikannya, selain menyibukkan dirinya dalam pelayanan keagamaan serta aktifitasnya di sejumlah event kecil di Ambon.

“Setelah ajang tahun 2008 itu, saya pulang ke Ambon dan menyelesaikan kuliah saya di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Universitas Pattimura. Dan sempat tertahan di Ambon selama 2 tahun, sambil melakukan aktifitas pelayanan keagamaan serta menyanyi di sejumlah event kecil di Ambon”, ungkap Beto Habibu.

Terus berkarya menjadi kunci eksistensi dirinya sebagai penyanyi, dan single Relakan Saja karya Ilham kebetulan materi lagunya cocok dengan warna karakter yang dimilikinya. Kemudian lagu ini digarap oleh Bari Maheswara, suaminya Mitha Lestari, dan di rilis secara indie. Inilah menjadi awal kembali Beto Habibu ke industri musik.

Berikutnya hadir single Laki-Laki Bae, yang liriknya menggunakan bahasa Ambon namun penggarapan aransemennya sangat Pop Indonesia. Bahkan penggarapannya dilakukan semua di Ambon. Lewat Laki-Laki Bae, Beto Habibu melihat lagu-lagu daerah bisa mengambil hati pendengar Indonesia.

Baca Juga  Roberto Carlos Puji Tiga Pemain Muda Madrid asal Brasil

Ada satu kejutan dimana lagu Laki-Laki Bae itu direcording, mixing, dan semuanya di Ambon. Semua dilakukan oleh putra putri daerah dengan menggandeng The Best Arranger Kota Ambon Jimmy Risakotta, videografer Gotlif Sopamena, dan mixingnya Jerry.

Beto Habibu Laki-Laki Bae

“Itu adalah sebuah peluang dan saya ingin memperkenalkan kembali bahasa Ambon untuk masuk lagi ke industri musik Indonesia, dalam konsep musik Pop Indonesia banget terutama dari segi musiknya. Sekaligus mengajak untuk berani mencoba berbuat sesuatu yang keluar dari zona nyamannya. Meski tampaknya melawan arus,  tetapi unsurnya pop Indonesia sangat kuat sekali”, jelas Beto Habibu.

Mengajak untuk bergerak untuk melakukan sesuatu atau berkarya karena mereka itu rata-rata memiliki potensi dan harus menciptakan karya yang luar biasa, lanjutnya, agar orang-orang atau masyarakat itu tahu bahwa di Ambon itu memiliki anak-anak yang berpotensi. Tak heran Kota Ambon ditasbihkan menjadi Kota Musik oleh UNESCO.

Baca Juga  Mayat Bayi Dalam Karung Dibuang di Penampungan Sampah

Materi suara maupun musikalisasi anak anak Ambon itu rata-rata bagus. Vokalnya bagus-bagus. Jadi kayaknya hanya tinggal menunggu waktu saja. Mereka up dan di kenal masyarakat Indonesia, paling tidak di skala kecil masyarakat Indonesia Timur. Mereka selalu mengeluarkan karya-karyanya dan tinggal berkompetisi siapa dulu yang maju.

“Saya mau bilang bahwa ke Jakarta itu bukan satu-satunya jalan. Dimana saja kita bisa berkarya dan menjadi bagian industri musik tanah air. Saya juga ingin menyampaikan kepada mereka bahwa orang yang diam-diam tidak bergerak apa-apa itu belum tentu tidak mengerjakan apa-apa. Artinya bila kita diam bukan berarti kita tidak membuat karya, tetapi sedang melihat dan menunggu kesempatan sebenarnya”, ujar Beto Habibu.

Jadi sebagai sebuah semangat dalam bermusik bahwa di dukung ataupun tidak di dukung harus terus berkarya dan tetap maju sebagai tanda bersyukur. Seperti apa yang ingin dilakukan Beto Habibu bahwa akhir tahun ini atau awal tahun depan bakal mengcreate sebuah pentas musik. Dimana dirinya akan mengeluarkan materi lagu-lagunya bersama-sama beberapa teman musikus dari Indonesia Timur. Jadi kita semua dengan beragam karakter bisa memberikan warna dan terbaik dan sekaligus ingin menyampaikan pesan bahwa ‘Jangan Hanya Berhenti Sampai Disini’, lanjutnya lagi.

Baca Juga  Amankan Pesparani, Polda Maluku koordinir 1312 personil

Disamping itu Beto Habibu ingin membuat mini album berisi 6 lagu, dimana 5 lagu adalah lagunya dan satu lagunya yang lain bertema budaya Ambon. Dicreate dalam paduan musik yang memadukan tradisional dengan modern. Masih berdiskusi seperti apa mengemasnya dan tidak mau mengerjakannya dengan terburu-buru.

“Jadi saya ingin perlahan-lahan saja prosesnya, biar semua masuk. Karena memang saya perlu masukan konsep dari teman-teman yang berada di belakang layar dan beberapa tokoh di Ambon, baik masalah lirik dan budaya itu sendiri. Saya dalam membuat sesuatu atau berkarya itu tidak ingin asal-asalan. Saya lebih baik terlambat tetapi dalam karya saya itu bisa membuat orang lain berkesan. Percuma kalau kita mengeluarkan karya tidak dipersiapkan dengan matang maka akan hilang begitu saja karya itu”, pungkas Beto Habibu. (red/rtl/tjo)

Foto: lela

Sumber: https://www.arsnewsy.com/2019/11/05/relakan-saja-dan-laki-laki-bae-jadi-single-kembalinya-beto-habibu/